10 MOVIE SCENES THAT MAKE ME CRY

Saya sebenernya orang yang rada keukeuh dan gak gampang nangis. Ya, seperti kebanyakan laki-laki di luar sana. Tapi, ada film-film yang ternyata sanggup buat air mata ini keluar dengan gak terduga. Awalnya dimulai dengan dada yang terasa nyesek dan berat. Rata-rata sih banyak dipengaruhin sama emosi kita saat nonton film tersebut. Peristiwa yang melatar-belakanginya (selain kita memang terlalu involve dengan film itu sendiri) adalah salah satu sebab kenapa air mata ini keluar secara otomatis. Ini adalah 10 adegan film yang bisa buat saya nangis.

10. THE GREEN MILE [1999]
Director: Frank Darabont
Who’s emotionally involved? Tom Hanks & Michael Clarke Duncan
Di dunia ini, orang sih sering banget ditentuin baik-buruknya oleh sebuah sistem. Waktu sistemnya gak berfungsi sempurna, orang jahat bisa dibilang baik, demikian sebaliknya. Apa yang dialamin John Coffey (Duncan) memang sedih banget. Gara-gara dia kulit hitam dan fisiknya gede, dia dituduh bunuh dua anak perempuan kulit putih. Padahal dia sendiri berusaha ngidupin dua anak itu dengan kemampuannya. Itu yang buat merinding, waktu tahu akhirnya dia harus duduk di kursi listrik. Upayanya untuk ngidupin tikus dan istri kepala sipir penjara jadi sia-sia. Dia bisa nyelametin orang lain, tapi yang pasti gak berlaku buat diri sendiri…

9. DEAD POETS SOCIETY [1989]
Director: Peter Weir
Who’s emotionally involved? Robin Williams
Sejak saya TK, saya selalu deket dengan guru. Seenggaknya pasti ada guru yang deket dengan saya, sampe sekarang pun saya masih suka punya pikiran bisa ngajar dan deket dengan guru. Nonton adegan guru yang deket dengan anak-anaknya seperti si pelopor istilah “seize the day” Williams, saya jelas kagum berat. Cara dia ngajar, metoda non-formalnya, dan gimana dia bisa ngerangkul anak-anak yang kaku, itu yang buat saya makin jealous sekaligus impress. Tapi, waktu John Keating (Williams) harus disingkirin gara-gara ada anak didiknya yang bunuh diri, itu adegan yang buat saya nangis. Sedih banget, karena saya ngerasa udah deket banget dengan tokoh itu.

8. FINDING NEMO [2003]
Director: Andrew Stanton
Who’s emotionally involved? Marlin & Coral
Terus terang, seharusnya gak ada alesan untuk nangis di adegan film ini. Tapi gimanapun, Disney selalu kuat untuk mainin perasaan penonton dengan adegan-adegan yang emosional. Di awal film, sebelum opening credit title keluar, diliatin gimana orang tua Nemo (Marlin dan Coral) bahagia dengan lingkungan dan telur-telur calon anak mereka yang siap netas. Tapi, datengnya ikan pemangsa membuat Marlin pingsan, dan Coral tewas. Hanya satu telur yang nyisa, yaitu si Nemo ini. Meninggalnya Coral ini buat saya syok. Terus terang, saya gak nyangka adegan dramatis harus nongol di awal film yang saya sangka bakal ceria ini. Mungkin saya kepengaruh dengan kelahiran anak saya waktu itu…

7. ARMAGEDDON [1998]
Director: Michael Bay
Who’s emotionally involved? Bruce Willis & Liv Tyler
Lagi-lagi sebuah perpisahan! Hubungan ayah-anak antara Harry Stamper (Willis) dan Grace (Tyler) digambarin sejak awal film gak terlalu deket. Hubungan Grace dengan A.J. Frost (Affleck) juga gak terlalu direstuin papanya. Satu sequence yang buat nangis adalah waktu di monitor muncul pesen terakhir Harry ke anaknya yang ada di bumi. Ngerti sih ini popcorn movie biasa dan standar, tapi tetep aja adegan perpisahan itu buat saya susah nahan air mata.

6. PATCH ADAMS [1998]
Director: Tom Shadyac
Who’s emotionally involved? Robin Williams & Monica Potter
Katanya film ini diangkat dari kisah nyata. Di luar emosi soal kisah nyata tadi, saya terkesan banget dengan hubungan yang dibangun antara Hunter “Patch” Adams (Williams) dan kekasihnya, Corinne Fisher (Potter). Gimana keduanya harus saling berkorban satu sama lain sampe akhirnya Potter harus direlain meninggal di ujung film. Aduh, perasaan susah banget sih apa yang dialamin si Patch ini. Waktu Patch mutusin untuk his life must go on sepeninggal Corinne, di situ saya nangis. Brengsek juga sutradara Shadyac yang biasa buat film-film komedi buat Jim Carrey bisa juga buat cerita bagus yang buat dada sesek.

Continue reading 10 MOVIE SCENES THAT MAKE ME CRY

Advertisements

TRAILER: THE INCREDIBLE HULK

Film Hulk-nya Ang Lee, beberapa tahun lalu, saya asli gak demen. Selain terlalu filosofis, gaya dia itu gak cocok untuk buat film yang diadaptasi dari komik seperti itu. Gak heran kalau tahun ini bakal keluar lagi reboot film Hulk yang lain yang dikasih judul The Incredible Hulk dengan sutradara Louis Leterrier (Transporter 2 & Unleashed). Pemainnya juga re-install semua, Edward Norton, Liv Tyler, Tim Roth & William Hurt.

Pas liat trailer-nya, saya kok yakin film ini gak bakal sama dengan style Ang Lee dulu. Ya mudah-mudahan gitu. Soalnya, supaya kita dapet angle lain dari adaptasi komik Hulk, secara tokoh ini punya tempat di level tinggi juga bagi penggemar komik.

TOP 20 SCIENCE FICTION MOVIES

Sci-fi dan futuristik memang selalu punya cerita mengawang-awang. Gak semua keren dan “masuk logika”, tapi saya punya 20 film sci-fi terbaik sepanjang zaman. Seenggaknya sampai awal tahun 2008 ini. Sorry, Jurassic Park dan The Truman Show! Saya anggap kategorinya gak murni sci-fi dibandingin dengan yang ada di daftar ini.

20. SIGNS [2002]
Sutradara: M. Night Shyamalan
Pemain: Mel Gibson, Joaquin Phoenix, Rory Culkin
Setelah The Sixth Sense, M. Night Shyamalan menggarap film yang jauh banget kualitasnya, Unbreakable. Film itu saya harapkan bakal nendang seperti The Sixth Sense, tapi kok ternyata predictable, meskipun endingnya lumayan ngagetin. Signs jelas jadi harapan saya berikutnya. Ternyata film ini gak jelas mau dibawa ke arah mana, horor atau sci-fi. Itu yang menarik bagi saya. Sampe setengah film saya terus mengira-ngira film ini mau dibawa kemana. Setelah muncul alien sekelebat di televisi (dan itu buat saya kaget), film ini memang jadi jelas. Ending-nya agak gampangan, tapi sekali lagi itu memang uniknya mahluk bumi dengan segala keterbatasannya.

19. I, ROBOT (2004)
Sutradara: Alex Proyas
Pemain: Will Smith, Bridget Moynahan, Bruce Greenwood
Diadaptasi dari cerita pendeknya Issac Asimov, I, Robot memang jadi film biasa-biasa aja kalau bukan Will Smith yang main. Ceritanya gak banyak beda dengan film-film sci-fi berbalut action lain, tapi dengan adanya Smith plus efek serba-wah, film ini jadi spesial. Gak tau kenapa, gak ada yang istimewa dari naskahnya, tapi tetep aja saya suka banget nonton film ini. Padahal saya bukan penggemar film-film Proyas yang cenderung gloomy dan pesimis.

18. 2001: A SPACE ODYSSEY [1968]
Sutradara: Stanley Kubrick
Pemain: Keir Dullea, William Sylvester, Gary Lockwood
Gak banyak film-film Stanley Kubrick yang bisa dinikmatin. Mungkin film-film dia itu bagus, tapi enjoyable? Belum tentu. Ini salah satunya yang puitis, tapi tetep nikmat ditonton. Mungkin karena pas nontonnya suasana hati saya lagi ‘klik’. Yang pasti, musik, angle kamera, dan potongan adegan yang ada di 2001, bisa bener-bener buat saya merinding waktu nontonnya dulu.

17. ARMAGEDDON [1998]
Sutradara: Michael Bay
Pemain: Bruce Willis, Billy Bob Thornton, Ben Affleck
Muncul bareng Deep Impact, film ini ngejual sisi action yang lebih jempolan dibandingin dengan film itu. Ceritanya agak corny, tapi memang Armageddon dibuat dengan ngandalin efek visual, ke-hero-an, action, dan poin-poin lain seperti layaknya film-film Bay. Opening-nya aja keren banget. Seenggaknya buat penonton pasti terkagum-kagum, ya… jaw-dropping sequence lah! Ending-nya predictable sih, tapi tetep aja film ini jadi semacam guily pleasure yang susah untuk dilewatin. Apalagi musiknya juga keren-keren…

16. THE THING [1982]
Sutradara: John Carpenter
Pemain: Kurt Russell, A. Wilford Brimley, Keith David
Kombinasi hebat dari horor yang serem dan elemen-elemen sci-fi yang buat saya gregetan di zamannya. Nontonnya di video sih, bareng sama E.T.: Extra-Terrestrial. Lebih dewasa, buat takut, dan masih asyik kalau ditonton sekarang pun. Bener lho, film ini memang jadul, tapi gak banyak film masa kini yang berhasil menjual pure story sebagai satu-satunya nilai jual, bukan lagi sekadar efek khusus dari biaya yang mahal. Film dulu memang lebih top…

Continue reading TOP 20 SCIENCE FICTION MOVIES

TOP 10 HEIST MOVIES

Maling, pencuri, rampok atau apapun namanya, sering banget dibuat jadi film. Menjelang rilis film yang katanya menjanjikan yang judulnya The Bank Job, saya punya 10 favorit film maling paling seru sepanjang sejarah saya nonton film. Saya pernah menulisnya di Movie Monthly edisi 22 dalam versi yang lain.

10. THE GREAT TRAIN ROBBERY (1979)
Sutradara: Michael Crichton
Pemain: Sean Connery, Donald Sutherland, Lesley-Anne Down
Kalau sekarang nonton lagi, kerasa banget bujet murahnya. Tapi mau gimana lagi, ini film perampokan pertama yang saya tonton dan paling berkesan. Sebenernya ada tiga film lama lainnya yang juga saya sempet nonton, seperti Rififi, The Killing, dan Bonnie and Clyde, tapi tetep aja perampokan di kereta api yang sedang ngebut demi ₤25.000 emas batangan, gak ada yang ngalahin. Gaya sinematografinya lumayan a lot, tapi ending-nya rada kecut…

9. POINT BREAK (1991)
Sutradara: Kathryn Bigelow
Pemain: Patrick Swayze, Keanu Reeves, Gary Busey
Salah stau film perampokan pas lagi doyan-doyannya seminggu sampe tiga kali ke bioskop. Ini kan masa-masa bioskop 21 baru aja buka. Point Break adalah salah satu heist movie yang seru, karena menggabungkan unsur extreme adventure, action seru, dan persahabatan. Harus diinget, ini film Keanu Reeves sebelum dia sukses lewat Speed. Justru Patrick Swayze-nya yang baru ngetop lewat Dirty Dancing, 4 tahun sebelumnya. Hubungan Reeves dan Swayze mirip koneksi antara Paul Walker dan Vin Diesel lewat The Fast and the Furious. Yang keren juga adalah topeng-topeng presiden waktu ngerampok banknya dong! Gak lupa acara surfing dan skydiving-nya…

8. THE ITALIAN JOB (2003)
Sutradara: F. Gary Gray
Pemain: Mark Wahlberg, Charlize Theron, Edward Norton
Remake dari film lawas. Meskipun kualitasnya lebih nge-drop, tapi saya sih ekspektasinya memang sebuah film perampokan yang gak banyak njelimet di masalah cerita waktu nonton film ini. Emas batangan senilai $35 juta jadi barang yang diributin Donald Sutherland dan timnya. Yang asyik adalah Edward Norton jadi pengkhianat lagi. Revenge yang dikerjain Mark Wahlberg dan Charlize Theron ngingetin kita sama film Ocean’s Thirteen. Kebut-kebutan di jalan-jalan sempit pake mini-cooper jadi keasyikan tersendiri di sini. Yang lain adalah adegan ngerampok sekaligus sama mobil-mobilnya di tengah jalan yang sedang macet. Gak mungkin banget ya?

7. THE USUAL SUSPECT (1995)
Sutradara: Bryan Singer
Pemain: Gabriel Byrne, Stephen Baldwin, Kevin Spacey
Yang ini gak masuk di pilihan saya 4 tahun lalu, karena sebenernya bukan soal heist-nya yang diangkat, tapi style tipu-tipunya dengan twisted ending asoynya yang dijual. Tapi, saya mikir lagi nih. Sayang juga buat ngelepas film ini demi The Thomas Crown Affair-nya Pierce Brosnan, misalnya. Jadi, masukin aja. Opening-nya sih yang buat awalnya saya gak yakin, karena 5 orang tertuduh ini sama-sama yakin gak bersalah. Ternyata jalan ke arah orang paling licik justru muncul di sana. Saya lupa angka hasil jarahannya (DVD-nya sih ada, tapi belum sempet lagi saya tonton), tapi yang pasti performa Kevin Spacey memang jempolan banget di sini. Ending-nya juga pasti buat kita langsung teriak, “Anjrittt…”

6. HEAT (1995)
Sutradara: Michael Mann
Pemain: Al Pacino, Robert De Niro, Val Kilmer
Kolaborasi yang jarang ditemuin lagi, Robert De Niro sama Al Pacino. Seperti biasa, gak pernah ada yang sempurna di kehidupan sehari-hari tokohnya di film-film Michael Mann. Dua karakter ini juga digambarin seperti itu. Adegan perampokannya bisa klimaks banget. Demi one last big score, keduanya abis-abisan di akhir film. Ya maklum aja, beberapa kali gagal terus meskipun udah diperhitungkan matang. Adegan kabur pake mobil ambulan dan nabrak mobil uang pake truk tronton, jadi adegan paling berkesan buat saya di sini.

Continue reading TOP 10 HEIST MOVIES

TV SPOT: IRON MAN (SUPER BOWL)

Beberapa minggu lalu, saya iseng cek apa trailer terbaru film paling banyak ditunggu orang, Iron Man. Gak sengaja, saya dapet TV spot buat acara American football (Super Bowl), bulan Februari lalu. Sebenernya saya bukan fan film ini, tapi trailer dari YouTube ini bener-bener 90 detik yang seru dan jempolan. Bakal jadi kandidat Best TV spot trailer of the year kayaknya…

Digarap lebih cepet dibanding beberapa trailer sebelumnya. Apalagi ada dua adegan eye-catching di tengah dan di akhir trailer. Btw, saya sih prediksi film ini bakal sukses nembus 700 juta dollar untuk peredarannya di seluruh dunia. Tapi, kayaknya harus nyerah sama Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull deh yang udah terlalu populer dan banyak dikangenin para nostalgia-ers dekade 80-an. Hehehe…

NO RESERVATIONS: Desain Mahal Dapur Mewah

Storyline

Kate (Catherine Zeta-Jones) adalah seorang master chef dari sebuah restoran high-class di Manhattan, New York, bernama 22 Bleecker Street Restaurant. Sifatnya yang sangat perfeksionis membuat masakan-masakannya selalu disukai para pengunjung dan dipuji kritisi makanan. Namun sayangnya, tabiatnya yang sangat keras dan dingin di dapur restoran tersebut telah membuat anak buahnya jengah. Kebanyakan dari mereka sebal dengan gaya bossy dan serba-kaku darinya. Hal itu menjadi semacam siksaan bagi chef lain dan para pembantunya.

Perilaku dinginnya di dapur 22 Bleecker St. itu merupakan pelarian dari kehidupan pribadinya yang penuh kesendirian. Hidupnya dihabiskan dengan rutinitas yang sangat membosankan. Sampai akhirnya, restoran mahal itu kedatangan sous-chef baru yang bergaya slengean, Nick (Aaron Eckhart). Berbeda 180 derajat dari Kate, Nick adalah pribadi yang bebas, penuh semangat, dan lepas dari segala macam aturan baku yang mengesalkan. Prinsipnya adalah menyelaraskan antara spirit hidup dengan sajian makanan yang mengairahkan di atas meja.

Friksi jelas terjadi. Perbedaan pandangan ini menciptakan kekisruhan yang sialnya justru membuat pemilik restoran 22 Bleecker St., Paula (Patricia Clarkson), memberikan apresiasi hebat bagi Nick dan kreasi masakannya. Belum lagi reda persaingannya dengan Nick, Kate malah kedatangan keponakannya yang berusia 9 tahun, Zoe (Abigail Breslin), yang ditinggal ibunya. Tekanan ini justru memberikan pendangan baru pada diri Kate bahwa hidup ini ternyata tidak sedangkal dan sesempit yang ia rasakan selama ini. Di luar dapurnya, ada resep cinta dan kasih sayang dalam hidup yang dapat diramu sehingga menciptakan “masakan” bercita rasa tinggi bernama kebahagian lewat diri Nick dan Zoe. Sometimes, life isn’t made to order…
Continue reading NO RESERVATIONS: Desain Mahal Dapur Mewah

THE LAKE HOUSE: Desain Rumah Di Atas Danau (Literally)

Storyline
Musim dingin, 2006. Dr. Kate Forster (Sandra Bullock) memutuskan untuk mengubah hidup dan kariernya dengan mengambil pekerjaan sebagai staf kedokteran di sebuah rumah sakit di Chicago. Akibatnya, ia harus pindah dari rumah lamanya di danau di daerah pinggiran di negara bagian Illionis. Tempat tinggal lamanya adalah sebuah bangunan yang berdiri di atas danau dengan desain unik yang sulit dilupakan oleh siapapun. Sebelum pergi, Kate sempat meninggalkan pesan di kotak suratnya yang ditujukan kepada pemakai rumah tersebut berikutnya tentang permohonan maaf atas ulah anjingnya yang meninggalkan jejak kaki di teras depan.

Alex Wyler (Keanu Reeves) adalah seorang arsitek yang tengah mengalami rasa frustasi dengan pekerjaannya. Ia menemukan rumah yang berdiri di atas danau. Indah, namun suram. Ditinggalkan tanpa terawat, kotor dan rumputnya sudah tinggi memenuhi jalan masuk. Usai membaca surat yang ditinggalkan si pemakai sebelumnya dari kotak surat, Alex justru menjadi kebingungan. Tidak ada bekas jejak kaki anjing di manapun di tempat tinggal yang ingin ditempatinya itu.

Dibangun oleh ayak kandung Alex (Christopher Plummer) yang merupakan seorang arsitek kondang, lake house tersebut menjadi simbol ketidak-akuran antara dua generasi tersebut. Tidak terurusnya bangunan itu membuat Alex berniat untuk mengubahnya menjadi tempat yang lebih nyaman dan hangat untuk ditinggali. Kedamaian yang lama tak dijumpainya terbayar dengan memperbaiki kembali rumah ini. Tidak hanya itu, seekor anjing tiba-tiba berlari meninggalkan tapak-tapak kecil saat ia mengecat teras depan yang terusak oleh badai semalam.

Ingatan Alex kembali terbawa dengan surat yang beberapa minggu lalu ia baca. Si penulis surat menyantumkan tulisan ‘April 14, 2006’ yang artinya tanggal yang sama, namun berbeda dua tahun saat Alex menempati dan membaca surat itu. Dua kejadian dari dua dunia terpisah ini hanya bisa disatukan lewat surat-menyurat melalui mailbox yang berdiri di depan rumah di atas danau yang indah tersebut.
Continue reading THE LAKE HOUSE: Desain Rumah Di Atas Danau (Literally)